Menjaga kesehatan mental di era digital memang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Dampak media sosial dan teknologi yang begitu besar seringkali membuat kita merasa tertekan dan stres. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 264 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan kecemasan, depresi, atau gangguan mental lainnya.
Salah satu dampak negatif dari penggunaan media sosial adalah meningkatnya rasa tidak percaya diri dan perasaan cemburu yang berlebihan. Dr. Pamela Rutledge, seorang psikolog media, menyatakan bahwa “media sosial seringkali membuat kita membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain, yang dapat memicu perasaan rendah diri dan tidak berharga.”
Tidak hanya itu, teknologi juga dapat mengganggu pola tidur kita. Menurut Dr. Charles Czeisler, seorang ahli tidur dari Harvard Medical School, “paparan cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yang membuat sulit bagi kita untuk tidur.”
Untuk itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mental kita di tengah maraknya media sosial dan teknologi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur waktu penggunaan media sosial dan teknologi. Dr. Brian Primack, seorang profesor dari University of Pittsburgh, menyarankan untuk “membuat jadwal penggunaan media sosial dan teknologi agar tidak mengganggu waktu istirahat dan tidur kita.”
Selain itu, penting juga untuk terus berkomunikasi dengan orang-orang terdekat dan mencari dukungan dari teman dan keluarga. Dr. John M. Grohol, seorang psikolog klinis, mengatakan bahwa “mendiskusikan perasaan dan masalah dengan orang lain dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan yang kita rasakan.”
Dengan menjaga kesehatan mental kita, kita dapat menghadapi tantangan di era digital ini dengan lebih baik. Jangan biarkan media sosial dan teknologi mengendalikan hidup kita, tetapi kita yang harus mengendalikannya. Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk selalu menjaga kesehatan mental kita.