Meditasi dan olahraga merupakan dua kegiatan yang seringkali diabaikan dalam keseharian kita, padahal keduanya memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan mental kita. Manfaat meditasi dan olahraga bagi kesehatan mental telah banyak dibuktikan melalui penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para ahli.
Menurut Dr. John Ratey, seorang profesor psikiatri dari Harvard Medical School, meditasi dan olahraga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan kesejahteraan mental seseorang. Melalui meditasi, seseorang dapat belajar untuk lebih tenang dan fokus, sehingga dapat mengurangi gangguan pikiran yang seringkali mengganggu kesehatan mental. Sedangkan olahraga dapat membantu meningkatkan produksi endorfin di dalam tubuh, yang dapat meningkatkan mood dan mengurangi depresi.
Selain itu, meditasi dan olahraga juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur seseorang. Menurut Dr. Michael Breus, seorang ahli tidur terkenal, meditasi dapat membantu merilekskan pikiran dan tubuh sebelum tidur, sehingga seseorang dapat tidur dengan lebih nyenyak dan mendapatkan istirahat yang cukup. Sedangkan olahraga dapat membantu mengurangi insomnia dan meningkatkan kualitas tidur seseorang.
Tidak hanya itu, meditasi dan olahraga juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat seseorang. Menurut Dr. Wendy Suzuki, seorang profesor neurosains dari New York University, meditasi dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus seseorang, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Sedangkan olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke otak, yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan daya ingat seseorang.
Dengan begitu banyak manfaat yang didapat dari meditasi dan olahraga bagi kesehatan mental, seharusnya kita lebih memperhatikan dua kegiatan ini dalam keseharian kita. Mulailah dengan meluangkan waktu setiap hari untuk meditasi dan olahraga, dan rasakan sendiri manfaatnya bagi kesehatan mental kita. Jangan lupa juga untuk selalu berkonsultasi dengan ahli kesehatan atau instruktur yang berpengalaman untuk mendapatkan panduan yang tepat dalam melakukan meditasi dan olahraga.
Referensi:
1. Ratey, J. J. (2008). Spark: The revolutionary new science of exercise and the brain. Little, Brown.
2. Breus, M. J. (2017). The power of when: Discover your chronotype–and the best time to eat lunch, ask for a raise, have sex, write a novel, take your meds, and more. Hachette UK.
3. Suzuki, W. (2018). Healthy brain, happy life: A personal program to activate your brain and do everything better. HarperCollins.