Mengapa Kesehatan Mental Harus Diprioritaskan?


Kesehatan mental adalah hal yang seringkali terlupakan oleh banyak orang. Padahal, kesehatan mental adalah bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Mengapa kesehatan mental harus diprioritaskan?

Pertama-tama, kesehatan mental memengaruhi kesejahteraan seseorang secara menyeluruh. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental adalah “suatu keadaan kesehatan yang baik di mana seseorang mampu mengatasi tekanan hidup sehari-hari, bekerja secara produktif, dan berkontribusi pada masyarakat secara positif.” Dengan memiliki kesehatan mental yang baik, seseorang dapat merasa lebih bahagia, produktif, dan mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, masalah kesehatan mental semakin meningkat di tengah pandemi Covid-19. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, kasus gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan meningkat secara signifikan sejak pandemi dimulai. Hal ini tidak mengherankan mengingat situasi yang penuh ketidakpastian, isolasi sosial, dan kekhawatiran akan kesehatan fisik dapat berdampak negatif pada kesehatan mental seseorang.

Menurut psikolog klinis Dr. Sheila Patel, “Kesehatan mental harus diprioritaskan karena tanpa kesehatan mental yang baik, seseorang tidak dapat mencapai potensi penuhnya dalam kehidupan.” Kesehatan mental yang buruk dapat memengaruhi produktivitas, hubungan sosial, dan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mulai memprioritaskan kesehatan mental. Caranya bisa dengan menjaga pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan berbagi perasaan dengan orang terdekat. Jika merasa kesulitan mengatasi masalah kesehatan mental, jangan ragu untuk mencari bantuan dari profesional seperti psikolog atau psikiater.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Profesor John Mayer, seorang ahli psikologi klinis, “Kesehatan mental adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan. Jangan biarkan stigma atau ketakutan menghentikan Anda untuk mencari pertolongan jika membutuhkannya.” Jadi, mari bersama-sama memprioritaskan kesehatan mental kita demi kesejahteraan dan kebahagiaan kita sendiri.