Mitos tentang Kesehatan Mental yang Perlu Diketahui


Mitos tentang Kesehatan Mental yang Perlu Diketahui

Kesehatan mental adalah hal yang sering kali diabaikan oleh masyarakat. Banyak mitos yang berkembang tentang kesehatan mental yang sebenarnya perlu diketahui agar tidak menimbulkan stigma yang lebih besar. Salah satu mitos yang sering muncul adalah bahwa gangguan mental hanya terjadi pada orang-orang yang lemah. Padahal, menurut Dr. Dede Kurnia, seorang psikiater dari RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, “Gangguan mental bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia, gender, atau latar belakang sosial.”

Mitos lain yang perlu dipecahkan adalah bahwa orang dengan gangguan mental tidak bisa sembuh. Menurut Dr. Ira Sari Yustiani, seorang psikolog klinis, “Dengan penanganan yang tepat dan dukungan yang cukup, banyak orang dengan gangguan mental bisa pulih dan hidup normal seperti orang lain.” Hal ini juga diperkuat oleh pendapat dari Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, seorang pakar psikiatri anak dan remaja, yang mengatakan bahwa “Stigma dan mitos seputar gangguan mental seringkali membuat orang enggan untuk mencari bantuan, padahal penanganan dini sangat penting untuk kesembuhan.”

Selain itu, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa gangguan mental hanya disebabkan oleh faktor genetik. Padahal, menurut Dr. Andri Nugraha, seorang psikiater konsultan, “Faktor genetik memang bisa mempengaruhi risiko seseorang mengalami gangguan mental, namun faktor lingkungan dan gaya hidup juga sangat berperan dalam perkembangan gangguan tersebut.” Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih memahami bahwa kesehatan mental adalah hal yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Dengan memahami dan memecahkan mitos seputar kesehatan mental, diharapkan stigma terhadap orang dengan gangguan mental bisa berkurang dan mereka bisa mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, “Kesehatan mental adalah bagian yang tak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan terhadap orang-orang dengan gangguan mental.” Jadi, mari kita bersama-sama memerangi mitos seputar kesehatan mental dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan peduli terhadap kesehatan mental.